Sebelum memilih negara, tentukan jenis produk dan tanggal dokumennya
Bagi pembaca di Indonesia, pertanyaan “diawasi siapa?” tidak lagi cukup dijawab dengan nama negara. Sejak 10 Januari 2025, pengawasan derivatif keuangan yang sebelumnya dipegang Bappebti dibagi: derivatif pasar uang dan pasar valuta asing (Derivatif PUVA) ke Bank Indonesia, derivatif dengan aset dasar efek serta aset kripto ke OJK, sedangkan Bappebti tetap menangani perdagangan berjangka berbasis komoditas. Karena itu, kenali dulu aset dasar produk dan tanggal dokumen yang Anda pegang, baru buka panduan negara yang relevan.
Tiga pertanyaan sebelum membuka direktori
- Apa aset dasarnya? Kurs mata uang atau instrumen pasar uang, efek seperti indeks saham dan saham tunggal, komoditas, atau aset kripto. Iklan “trading forex” sering memuat beberapa kategori sekaligus dalam satu aplikasi. Catat setiap instrumen yang benar-benar akan Anda perdagangkan, bukan nama menunya.
- Melalui mekanisme apa transaksinya? Tanya-jawab resmi PADG 26/2025 menyebut tiga jalur Derivatif PUVA yang diatur di sana: bursa derivatif PUVA, Sistem Perdagangan Alternatif (SPA), dan penyaluran amanat nasabah ke bursa berjangka luar negeri (PALN). Forward, swap, DNDF dan opsi yang dilakukan melalui bank berada di ketentuan BI yang lain. Mekanisme menentukan dokumen mana yang perlu Anda cocokkan.
- Siapa pihak dalam kontrak? Gunakan nama badan hukum lengkap pada perjanjian. Nama merek di aplikasi, nama grup, atau izin anak perusahaan lain tidak menjawab siapa yang berkewajiban kepada Anda.
| Kategori produk | Otoritas yang disebut | Catatan yang dicari | Yang tidak dijawab catatan itu |
|---|---|---|---|
| Derivatif PUVA: kontrak berjangka, contract for difference dan kontrak lain atas produk pasar uang atau valuta asing | Bank Indonesia | Nama, kategori pelaku dan status (“Berizin” atau “Izin Dicabut”) di daftar perizinan pasar keuangan BI | Status pelaku bukan izin untuk semua isi platform. Menurut FAQ PADG 26/2025, transaksi harus sesuai jenis kontrak, spesifikasi dan pasangan mata uang yang ditetapkan. |
| Derivatif dengan aset dasar efek, antara lain indeks saham dan saham tunggal, termasuk PALN berbasis efek | OJK (profil OJK) | Izin pihak yang menawarkan produk tersebut dari OJK | Izin Derivatif PUVA dari BI tidak otomatis mencakup produk berbasis efek di aplikasi yang sama. |
| Aset keuangan digital, termasuk aset kripto | OJK | Konfirmasi legalitas pedagang kepada OJK | Bappebti menyatakan tidak lagi memproses izin pedagang fisik aset kripto; daftarnya hanya mencerminkan izin yang terbit sebelum peralihan. |
| Perdagangan berjangka berbasis komoditas | Bappebti (profil Bappebti) | Catatan pialang berjangka di Bappebti | Nomor Bappebti tidak menggantikan pemeriksaan BI atau OJK untuk kategori yang sudah beralih. |
Tabel ini merangkum pembagian kewenangan, bukan daftar produk yang boleh dijual kepada Anda. Jika satu aplikasi menawarkan kurs, indeks saham dan komoditas, Anda menghadapi lebih dari satu pertanyaan izin.
Baca tanggal dokumen sebelum menilai nomornya
- 10 Januari 2025: serah terima dari Bappebti
- Siaran pers bersama Kemendag, BI dan OJK mencatat penandatanganan serah terima pada hari itu. Untuk Derivatif PUVA, siaran tersebut menyebut izin pelaku yang sudah diberikan Bappebti dapat tetap berlaku dan transaksi yang sedang berjalan dapat tetap mengacu pada pengaturan Bappebti terkini. Tanya-jawab BI menambahkan bahwa pelaporan berjalan dengan mekanisme yang ada sampai ada informasi lanjutan.
- 6 Oktober 2025: peralihan PALN berbasis efek
- OJK mengumumkan addendum serah terima dengan Bappebti dan menyatakan pengaturan serta pengawasan derivatif berbasis efek, termasuk PALN dengan aset dasar efek, telah sepenuhnya beralih ke OJK.
- 1 Desember 2025: PADG 26/2025 berlaku
- Halaman peraturan BI menyebut PADG Derivatif PUVA berlaku pada tanggal ini, dengan sebagian ketentuan diberlakukan bertahap.
Artinya, kontrak tahun 2024 yang mencantumkan nomor izin Bappebti untuk produk kurs tidak otomatis salah. Pada waktu itu Bappebti memang pengawasnya. Namun untuk menilai status hari ini, buka catatan otoritas yang sekarang bertanggung jawab atas kategori produk tersebut, lalu catat tanggal Anda memeriksa.
Iklan baru yang hanya menampilkan nomor Bappebti untuk produk kurs layak ditanyakan: dokumen mana yang menjadi dasar izin saat ini, dan atas nama badan hukum apa? Pertanyaan ini adalah langkah verifikasi, bukan tuduhan.
Kalimat “berizin dan diawasi oleh Bank Indonesia” adalah klaim untuk dicocokkan
FAQ PADG 26/2025 merujuk PADG 20/2023: pelaku Derivatif PUVA wajib mencantumkan pernyataan bahwa mereka berizin dan diawasi Bank Indonesia dalam penawaran, ringkasan informasi produk, promosi dan iklan. FAQ yang sama menyatakan logo BI boleh dipakai pada materi tersebut asalkan versi terkini.
Karena kalimat dan logo itu sah muncul di materi resmi, keduanya juga mudah disalin pihak lain. Perlakukan sebagai klaim:
- Salin nama badan hukum dari iklan atau perjanjian, bukan nama aplikasinya.
- Buka situs BI dengan mengetik alamatnya sendiri, bukan lewat tautan di pesan atau iklan.
- Cari nama tersebut di daftar perizinan pasar keuangan dan catat kategori, nomor surat, tanggal dan status yang tampil.
- Jika nama, nomor atau kategori berbeda dari dokumen yang Anda terima, minta penjelasan tertulis melalui kontak yang Anda temukan sendiri sebelum menyetor dana.
Ketiadaan kalimat itu tidak membuktikan perusahaan tidak berizin, dan keberadaannya tidak membuktikan perusahaan berizin. Yang menentukan adalah kecocokan nama, kategori dan status pada catatan resmi.
Contoh hipotetis: tiga dokumen dalam satu map
Misalkan seorang penduduk Jakarta menyimpan tiga dokumen berikut. Ini contoh untuk latihan, bukan gambaran perusahaan nyata atau kesimpulan bahwa transaksinya diperbolehkan.
| Isi dokumen | Langkah berikutnya | Yang masih terbuka |
|---|---|---|
| Perjanjian CFD EUR/USD dengan pialang dalam negeri, bertanggal Maret 2024, memuat nomor izin Bappebti | Cari badan hukum yang sama di daftar perizinan pasar keuangan BI dan bandingkan nomor serta tanggalnya dengan perjanjian. Panduan Indonesia membantu menemukan titik awal setempat. | Nomor yang berbeda bisa berasal dari dokumen yang lebih baru, izin lain atau keterangan usang. Jangan menyimpulkan sebelum ada penjelasan. |
| Tawaran CFD indeks saham Amerika di aplikasi yang sama | Perlakukan sebagai produk berbasis efek dan cari izin OJK pihak yang menawarkan, bukan hanya status Derivatif PUVA di BI. | Satu aplikasi bisa memuat produk dengan otoritas berbeda. Status untuk produk kurs tidak menjawab pertanyaan ini. |
| Pesan dari perusahaan luar negeri yang menyebut lisensi di Siprus | Buka panduan Siprus dan profil CySEC untuk memeriksa badan hukum dan layanan yang diklaim di sana. | Lisensi luar negeri menjawab pertanyaan di negara penerbitnya. Lisensi itu tidak menentukan apakah penawaran kepada penduduk Indonesia memenuhi ketentuan Indonesia, dan FXCN tidak menilai hal itu. |
Tujuan membuka beberapa panduan bukan menumpuk perlindungan. Tujuannya menemukan hubungan yang belum terjawab: siapa penyedia layanan, siapa penerima dana dan dokumen apa yang menghubungkan keduanya.
Jalur pertanyaan dan pengaduan mengikuti kategori yang sama
- Derivatif PUVA. Tanya-jawab pengalihan BI mengarahkan pertanyaan dan pengaduan ke contact center BICARA. Halaman Adukan Kendala BI menjelaskan urutannya: adukan dulu ke penyelenggara, lalu ke BI jika belum selesai, dan sengketa yang tetap tidak selesai dapat dibawa ke LAPS-SK.
- Produk berbasis efek dan aset kripto. Hubungi OJK melalui kanal resmi yang Anda buka sendiri dari situs OJK.
- Perdagangan berjangka komoditas. Gunakan jalur pengaduan Bappebti; lihat FAQ pengaduan Bappebti.
Siapkan perjanjian, bukti setoran dengan nama penerima, tangkapan layar instrumen yang diperdagangkan dan kronologi bertanggal. Formulir di FXCN bukan saluran pengaduan resmi dan tidak menggantikan otoritas mana pun.
Pertanyaan saat memilih panduan negara
Mengapa kotak Indonesia di direktori menampilkan BAPPEBTI?
Label kotak diambil dari kode otoritas yang tersimpan di catatan negara FXCN, yaitu BAPPEBTI dan OJK. Label itu belum mencerminkan pembagian kategori produk sejak 2025, dan FXCN belum memiliki halaman profil Bank Indonesia. Gunakan tabel di atas untuk memilih otoritas berdasarkan produk.
Apakah izin dari Bappebti sebelum 2025 sudah tidak berlaku?
Tidak otomatis. Siaran pers bersama 10 Januari 2025 menyatakan izin pelaku Derivatif PUVA yang sudah diberikan Bappebti dapat tetap berlaku. Status saat ini tetap perlu dicek pada catatan BI, karena izin dapat berubah atau dicabut.
Panduan negara mana yang dibuka lebih dulu?
Untuk penawaran kepada Anda di Indonesia, mulai dari panduan Indonesia dan kategori produknya. Untuk klaim lisensi luar negeri, buka panduan negara penerbit lisensi. Simpan keduanya dalam catatan Anda; jangan menggantinya dengan satu alamat kantor pusat.
Apakah negara yang tidak ada di direktori berarti tidak punya regulator?
Tidak. Daftar di bawah mencerminkan cakupan FXCN saat ini. Temukan otoritas resmi negara tersebut secara mandiri.
Sumber yang digunakan
- BI: Tanya-jawab pengalihan kewenangan dari Bappebti kepada OJK dan BI — cakupan Derivatif PUVA yang dialihkan, kelanjutan transaksi, pelaporan dan kanal BICARA.
- Siaran Pers Bersama 10 Januari 2025 — pembagian ke OJK dan BI serta keberlanjutan izin Derivatif PUVA dari Bappebti.
- BI: PADG Nomor 26 Tahun 2025 dan tanya-jawabnya — tanggal berlaku, jenis kontrak, mekanisme transaksi, pernyataan izin dan penggunaan logo.
- OJK: SP 145/GKPB/OJK/X/2025 — peralihan derivatif berbasis efek termasuk PALN berbasis efek.
- Bappebti/Kemendag: siaran pers 11 September 2025 — fokus Bappebti pada perdagangan berjangka berbasis komoditas dan penghentian pemrosesan izin pedagang fisik aset kripto.
- BI: daftar perizinan pasar keuangan dan Adukan Kendala — tempat pencarian status pelaku dan urutan pengaduan. Hasil pencarian adalah keadaan pada tanggal Anda memeriksa.
Alat FXCN dapat membantu langkah berikutnya: pencarian lisensi untuk hubungan yang tersimpan di FXCN dan pembanding domain untuk pertanyaan situs web. Cakupan keduanya lebih sempit daripada pemeriksaan resmi.